jump to navigation

Jangan Tinggal Di Meja Terus August 13, 2001

Posted by lenterahati in pekerjaan, Uncategorized.
trackback

Meja adalah benda yang hebat. Ia adalah tempat yang menyenangkan dan hangat yang sesudah dipakai beberapa lama akan mencerminkan kepribadian pemiliknya. Oleh karena itu, dapat dimengerti mengapa para karyawan kantor enggan meninggalkan mejanya demi menjaga keamanan.

Pada umunya orang yang pandai tidak akan pernah meninggalkan mejanya kecuali untuk keperluan-keperluan, seperti minum, makan siang, ke kamar kecil, atau menghadiri rapat yang kadang-kadang di adakan. Kebanyakan pekerjaan karyawan dapat dilakukan di meja. Untuk keperluan berkomunikasi tersedia telepon. Oleh karena itu, banyak orang cenderung untuk tetap berada di mejanya meskipun ada sesuatu pekerjaan.

Sayangnya, meja juga dapat dijadikan alasan untuk berdiam diri dan menyendiri. Di mana pun di dunia kerja, tidak ada yang lebih aman dan lebih akrab ketimbang meja anda. Itu mengapa orang lebih suka tetap tinggal di mejanya daripada jalan-jalan ke tempat lain.

Saya sarankan agar anda meninggalkan meja anda. Berusahalah untuk meninggalkan benteng pertahanan anda, pergilah ke luar untuk melihat dunia luar yang penuh dengan kesulitan. Lakukan ini meskipun anda punya kesibukan atau pura-pura kerja yang dapat dipakai sebagai alasan untuk tetap berada di meja dan bermain-main. Lakukan ini dengan niat untuk berupaya mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.

Bila anda seorang bos, anda harus selalu berusaha berkeliling mengunjungi anak buah anda untuk melihat sendiri apa yang mereka kerjakan. Inspeksi mendadak adalah tindakan bos yang paling terpuji. Para karyawan yang baik akan menghargai perhatian bosnya, sedangkan karyawan yang kurang baik akan bekerja lebih keras. Anda akan melihat hal-hal yang tidak akan anda temui jika anda tetap duduk di belakang meja. Pada kesempatan itu mungkin anda akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jangan lakukan kunjungan itu untuk sekedar sebagai pengenalan belaka. Lakukan secara berkala karena itu adalah hak anda sebagai bos.

Anda juga harus mengunjungi kolega anda. Ini yang disebut dengan jejaring kerja sama. Tentu anda harus mengadakan perjanjian terlebih dahulu, agar kunjungan anda tidak sia-sia, dan memberikan kesempatan bagi tuan rumah untuk mempersiapkan diri secara mental, atau setidaknya untuk membenahi mejanya.

Kunjungi juga bos anda dan bos yang di atasnya. Sikap dan tatacara anda tentu harus berbeda dengan kunjungan ke bawahan atau kolega. Meskipun ada bahaya bahwa kunjungan ini seakan-akan untuk mendapat restu, tetaplah anda lakukan. Ini harus anda lakukan bila anda ingin melaporkan sesuatu yang berharga, atau bila anda memerlukan pengarahan. Dalam beberapa kasus anda harus melewati sekretaris penjaga bos. Buatlah janji terlebih dahlu. Bos akan menghargai dapat mendengar langsung dari anda atau bertemu dengan anda, dan (terganutng pada maksud kunjungan anda), bos akan menerima baik kunjungan anda. Ini terutama karena mereka dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa harus meninggalkan meja mereka.

Yang jadi masalah utama adalah meja dapat dijadikan sebagai kubu untuk melindungi anda terhadap kenyataan-kenyataan dunia. Bila anda demi keamanan tidak pernah meninggalkan meja anda, anda memperkecil peluang-peluang anda. Pakailah meja anda sebagai pangkalan operasi, usahakan kunjungan pribadi ke anak buah, rekan-rekan sejawat, dan bos-bos anda.

101 Commonsense Rules, John R. Brinkerhoff

%d bloggers like this: