jump to navigation

Kisah-Kisah Manusia Perkasa July 7, 2000

Posted by lenterahati in Gede Prama, Uncategorized.
trackback

Setiap zaman, memang menyimpan misterinya sendiri-sendiri. Namun, di zaman yang miskin prestasi ini, tidak ada salahnya kalau kita berefleksi dari sejumlah manusia perkasa.

Sebagai bahan inspirasi, saya mencoba mengumpulkan setumpukan kisah manusia yang tidak hanya berhasil membuka gembok psikologis, tetapi juga berhasil memberi warna lain terhadap peradaban manusia.

Kisah awal Soichiro Honda – pendiri dinasti usaha Honda yang legendaris – adalah cerita tentang murid miskin yang bercita-cita bisa mendisain piston. Setiap malam, Soichiro muda pekerjaannya hanya mendisain piston sampai tangannya cacat. Hampir semua uang yang tersedia di kantong dialokasikan untuk itu. Bahkan, perhiasan isteripun dia jual habis. Namun, toh tetap tidak cukup untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan. Belakangan, setelah merasa yakin piston yang didisain cukup meyakinkan, datanglah dia ke pabrik mobil Toyota. Tetapi, nasib mujur belum memihak kepadanya. Toyota menolak rancangan piston terakhir. Dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mendisain ulang piston tadi. Dengan membuang rasa malu, Soichoro datang lagi menjual usulnya ke Toyota. Kali ini, usulannya diterima. Akan tetapi, keadaan perang – yang membuat perekonomian compang-camping – membuat semua mimpinya tenggelam.

Tidak mau berhenti mencoba, Soichiro kemudian mendirikan pabrik piston sendiri. Baru saja ada tanda-tanda awal kemajuan, AS membom Jepang dan berantakanlah semuanya. Di tengah-tengah ekonomi yang berantakan ini, ditandai oleh ketiadaan bahan bakar, banyak tetangga yang memintanya merubah sepeda menjadi motor. Melihat peluang yang besar, ia kemudian menyurati lebih dari 18.000 toko sepeda untuk menawarkan jasa yang sama. Ada sekitar 5.000 toko yang memberi respons. Sukses ? Ternyata belum, karena dalam waktu sekejap terjadi over supply dalam produk sepeda motor.

Abraham Lincoln, salah seorang presiden AS yang amat dikenang dalam sejarah dunia, memiliki kisah yang sama menariknya. Di umur 22, Lincoln gagal menjadi usahawan. Di umur 23 tidak berhasil menjadi anggota legislatif. Jatuh lagi usahanya di umur 25. Setahun kemudian, kekasih yang amat dia cintai meninggal dunia. Disusul kemudian oleh datangnya penyakit depresi mental. Ketika umur menginjak angka 34, 37 dan 39, ia kalah lagi secara berulang-ulang dalam pemilihan menjadi anggota kongres. Tidak letih untuk mencoba, ia kemudian mencoba mencalonkan diri menjadi senator di umur 46, ternyata gagal lagi. Tatkala angka usia menginjak 47, kalah lagi dalam pencalonan diri menjadi wakil presiden. Di umur 49, gagal lagi duduk di kursi senator. Namun, di umurnya yang ke 52, ia dipilih menjadi presiden AS yang selanjutnya dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin legendaris.

Demos Thenes adalah seorang penderita kesulitan berbicara pada awalnya. Demikian parahnya penyakit terakhir, sampai-sampai ia pernah tidak bisa mengeluarkan satupun kata. Tidak menyerah dalam melawan penyakit terakhir, ia kemudian latihan ribuan kali sehari. Bahkan, sering memenuhi mulutnya dengan kerikil. Bayangkan, betapa rumit dan mahalnya ongkos belajar seorang Demos Thenes. Belakangan, sejarah Yunani mencatat Demos Thenes sebagai orator paling hebat di zamannya.

Napoleon, kalau ia hidup di Indonesia pada zamannya Habibie ini, mungkin ia sudah dipanggil oleh jaksa agung AM. Galib karena terlibat KKN (kecil-kecil nekat). Namun, dengan badannya yang kecil itu, ia memimpin banyak pasukan bertubuh besar dan berwatak pemberani, untuk kemudian menaklukkan Eropa.

Werner von Braun, dalam sejarah dicatat sebagai penemu roket. Suatu hari, ia dipanggil sang boss. Ditanya tentang berapa kesalahan yang sudah ia lakukan, dengan nada tegas ia menyebut angka 65.121 kali. Ditanya lagi, perlu berapa kesalahan lagi agar roketnya bisa terbang, ia menyebut angka 5.000 kali lagi !.

Pemusik terkenal Billy Joel, sekolahnya berhenti di tingkat SMU. Pernah lama mengisi perut hanya dengan kegiatan menjadi pengamen. Lama juga tidur di emper setiap malamnya. Satu-satunya kekayaan yang ia miliki saat itu, adalah seorang pacar. Dan, yang inipun belakangan kabur tidak tahan. Ia pernah mau mencoba bunuh diri karena hal terakhir. Namun, kesadaran membawa dia datang ke seorang psikiatri. Dari sinilah kemudian terbit sebuah kehidupan baru dalam diri Billy Joel.

Charles Dicken – seorang penulis terkemuka dunia, suatu hari bercita-cita menjadi seorang penulis. Sembari menjadi tukang tempel merk di sebuah pabrik lem tikus, ia mengirim tulisan agar bisa diterbitkan di media. Setelah ribuan kali tulisannya dikembalikan, ia sangat malu dengan rekan-rekan sekantornya. Tidak mau lebih malu lagi, ia kemudian mengirimkan tulisannya secara sembunyi-sembunyi hampir setiap malam. Tidak terhitung, di kiriman yang ke berapa ribu, akhirnya artikel pertamapun muncul di media.

Saya masih bisa tambah kisah-kisah ini dengan kisah lainnya. Seperti Walt Disney yang runtuh 302 kali sebelum menjadi proyek kebanggaan dunia. Winston Churchill yang masa kecilnya menjadi murid terbodoh.

Anda boleh saja menarik kesimpulan sendiri dari kisah-kisah di atas. Dan saya setuju dengan Anthony Robbins yang pernah menulis : ‘repetition is the mother of skills‘. Lebih-lebih jika pengulangan terakhir diramu dengan keberanian. Bagi saya, di balik keberanian tersembunyi kekuatan dan keajaiban. Anda punya pengalaman lain ?

%d bloggers like this: