jump to navigation

Memelihara Gairah Kerja December 23, 1999

Posted by lenterahati in pekerjaan, Uncategorized.
comments closed

Cobalah ingat kembali masa-masa bahagia dalam pekerjaan anda. Saat anda bangun pagi dengan melompat, penuh gairah selama bekerja, dan mematikan lampu kantor dengan rasa enggan pulang. Dipastikan, seperti kebanyakan orang lain, anda mengalaminya ketika pekerjaan anda masih baru.

Pekerjaan baru memberikan tantangan sehingga menghindarkan anda dari rasa jenuh dan kegusaran terhadap halangan dalam pekerjaan.  Kita akan terus berkembang bila mampu mempertahankan gairah kerja yang tinggi seperti saat pekerjaan itu baru mulai digeluti. Caranya dengan memunculkan tantangan secara kontinu. Berikut ini petunjuk untuk menjamin tetap hadirnya tantangan itu: (more…)

Advertisements

Si Tukang Kayu dan Rumahnya December 23, 1999

Posted by lenterahati in Lentera Hati, pekerjaan, Uncategorized.
comments closed

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

(more…)

Apapun yang Anda Perlukan December 22, 1999

Posted by lenterahati in pekerjaan, Uncategorized.
comments closed

Saya bekerja sebagai seorang konsultan di sebuah perusahaan bir. Tugas saya adalah membantu direktur dan para wakil direktur senior merumuskan dan menerapkan pandangan strategis baru mereka. Pekerjaan itu sungguh pekerjaan yang penuh tantangan.

Pada waktu yang bersamaan, ibu saya sedang mengidap sakit kanker tahap akhir.

Saya bekerja sepanjang hari dan mengendarai mobil sejauh 60 km untuk pulang ke rumah dan menemaninya setiap malam. Hal itu sangat melelahkan dan menimbulkan stres, tetapi saya memang menghendakinya. Tekad saya adalah terus mengerjakan tugas konsultasi saya dengan sebaik-baiknya di siang hari, meskipun malam harinya saya menjalani kehidupan yang berat. Saya tidak ingin mengganggu direktur saya dengan menceritakan keadaan saya, tetapi saya rasa seseorang di perusahaan perlu tahu apa yang sedang saya alami. Jadi, saya menceritakan keadaan tersebut kepada wakil direktur bidang Sumber Daya Manusia. Saya memintanya untuk tidak menceritakan hal itu kepada siapa pun.

(more…)