jump to navigation

Berhentilah Menyalahkan Orang Lain December 7, 2007

Posted by lenterahati in Gede Prama, pekerjaan.
comments closed

Oleh ribuan anak muda yang baru memasuki gerbang kerja, juga manajer muda yang frustrasi di dunia kerja, kerap saya ditanya: aspek apa dari dunia kerja yang paling sulit dihadapi? Terus terang, bekerja apapun dan dimanapun, serta bermodalkan pendidikan manapun sebenarnya mudah, asal tekun belajar dan bertanya. Yang sering bikin semuanya jadi rumit, adalah interaksi antarmanusia. Jangankan manusia yang baru memasuki gerbang kerja, mereka yang sudah berumur senja di tempat kerja sekalipun sering dibuat pusing oleh interaksi terakhir.

Meminjam pengandaian seorang penulis, ada perbedaan antara menendang bola dan menendang kucing. Sebelum menendang bola, kita bisa ramalkan kemana bola akan bergerak setelah ditendang. Akan tetapi, sebelum menendang kucing, kita tidak tahu apakah kucingnya akan menangis, lari, melompat, mati atau alternatif lainnya. Nah, meramalkan respons orang lain sebelum kita bertindak, jauh lebih rumit dibandingkan dengan meramalkan respons kucing. Sebab, kucing tidak mengenal politik, pura-pura, balas dendam dan serangkaian hal rumit lainnya. Namun, ini juga yang menyebabkan disiplin mengelola manusia menjadi penuh sentuhan seni dan kepekaan. Sebagian kecil memang bisa diungkapkan melaui kata-kata. Cuman, sebagian besar ia bersifat tidak terungkapkan dan hanya bisa dirasakan.

Saya tidak antisekolah atau antipelatihan, namun hal-hal yang bersifat tidak terungkapkan terakhir, lebih banyak bisa dimengerti kalau kita mengalaminya sendiri di lapangan. Diisukan negatif oleh orang lain, tidak cocok, mau didongkel dari kursi, dipermalukan di depan umum, diomongkan negatif di belakang kita, hanyalah serangkaian hal yang mesti di alami sendiri di lapangan. Untuk kemudian, mendapatkan pengertian yang dalam tentang dinamika interaksi antarmanusia di dunia kerja. Saya meragukan, kalau ada orang yang memperoleh pengertian terakhir, tanpa pernah dihempas gelombang-gelombang godaan tadi.

(more…)

Mengelola Dan Mendapatkan Ide October 10, 2007

Posted by lenterahati in Gede Prama, pekerjaan.
comments closed

Ada sebuah kecenderungan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Setiap organisasi, di awal abad 21 ini, semakin bersifat ideas intensive. Dulu, cukup pimpinan saja yang banyak ide, dan bawahan hanya melaksanakan. Sekarang, di setiap sudut organisasi orang dituntut untuk banyak ide. Di masa lalu, hanya organisasi dan perusahaan tertentu saja - seperti perusahaan iklan dan konsultan - yang dituntut kreatif. Di zaman yang sering disebut edan ini, semua perusahaan hanya punya dua pilihan: kreatif atau bunuh diri.

Kalau mau jujur, runtuhnya bangunan organisasi sejumlah perusahaan, sebagian besar disebabkan karena mereka kehabisan ide.

Bertolak dari keyakinan terakhir, sudah saatnya kita memikirakan ideas intensive human resources management. Sebuah mekanisme pengelolaan manusia yang memungkinkan ide itu muncul dan terkelola secara memadai.

Ketika pertama kali ditunjuk sebagai konsultan manajemen SDM BPPN (badan penyehatan perbankan nasional), hal pertama yang muncul di kepala saya adalah bagaimana membuat organisasi ini ideas intensive. Terutama karena tuntutan yang teramat tinggi dari pemilik dan lingkungan lainnya.

Titik berangkatnya adalah pengertian tentang ide itu sendiri. Mengacu pada konsep tidak ada hal baru di bawah langit ini, bagi saya ide adalah kombinasi baru dari komponen-komponen lama. Dengan demikian, problemanya adalah bagaimana membuat orang secara bersama-sama bisa mengkombinasikan komponen-komponen lama.

(more…)

Tips Membangun Perilaku Time Management October 16, 2001

Posted by lenterahati in pekerjaan.
comments closed

Kita sepakat bahwa waktu adalah sumber daya yang paling berharga. Bila mesin rusak, kita bisa membeli baru. Bila karyawan keluar, kita bisa mencari penggantinya. Tapi, waktu tak bisa digantikan. Begitu pentingnya faktor waktu ini, banyak sekali ketrampilan dipelajari agar kita bisa memanajemeni waktu dengan baik. Tujuannya adalah agar kita bisa bekerja lebih “smart” dan produktif. Banyak pula alat bantu, seperti “to do list”, “planner”, alarm dan lain sebagainya diciptakan untuk membantu kita memanajemeni waktu. Namun, dasar dari semua itu adalah membangun perilaku kerja yang peduli dan menghargai nilai waktu yang tiada taranya ini. Berikut beberapa tips untuk membangun perilaku yang peduli dengan manajemen waktu.

Susun rencana kerja anda.

Tetapkan sasaran dan rencana kerja untuk satu hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Susun sesuai dengan prioritas yang harus anda selesaikan. Anda hanya bisa mengerjakan satu misi pada satu waktu. Maka, pilah-pilahlah mana yang harus anda lakukan, mana yang sebaiknya anda lakukan, dan mana yang tidak begitu penting. Alokasikan waktu anda sesuai dengan rencana-rencana yang telah anda susun. Jangan biarkan apa yang kurang penting menghabiskan lebih banyak waktu anda.

(more…)