jump to navigation

Sesat di Rimba Ilmiah January 1, 2008

Posted by lenterahati in Hasan Basri, Lentera Hati, Uncategorized.
2 comments

Sebuah tulisan yang bernada ilmiah selalu mengundang decik kekaguman, untuk itu agar saya tidak kelihatan bodoh, dan karena saya bosan menulis yang ringan-ringan, tulisan ilmiah ini saya buat. Dan seperti mahasiswa Indonesia yang sedang menyusun skripsi, saya jelas banyak mengambil jalan pikir “orang-orang besar” atau “ahli dibidangnya” dan menulis cacatan kaki sana sini bawah disetiap halaman. Tulisan ini masih dalam rangka menemukan Tuhan dan arti Hidup. Harap pembaca sedikit merenung…. Ini adalah sebuah tulisan ilmiah…

Tracey Chaffen mengatakan dibukunya “modern cosmology” bahwa “life” dan “living being” adalah sebuah bentuk information code yang terjaga dalam seleksi alam, terperangkap dalam human brain and soul. Sedangkan Debra Ball dibukunya “definition of life” mengatakan bahwa asal usul mahluk hidup bukanlah dari carbon chemistry, tapi dari mettalic crystals.

Sebuah tulisan berbau ilmiah yg kental bukan? Ok, saya teruskan…. Sylvester Middlebrook dalam pencariannya terhadap arti “hidup” punya pandangan lain, dalam bukunya “God and Resurrection of Dead” dia mangatakan bahwa Tuhan sebenarnya adalah sebuah maha komputer buatan manusia yang terprogram untuk mencreate semua hal. Komputer ini buatan future humanbeing yang sanggup menciptakan partikel kecil seperti elektron dan atom sampai matahari dan universe. Dan juga kehidupan.

Lorrey Winter lain lagi. Dibukunya “Is there God” dia berani berucap “Tuhan, setelah saya selidiki ternyata cuma adalah legenda purba yang turun temurun nyangkut diotak manusia”. Sehingga secara tidak sadar sebenarnya Tuhan adalah made in humanbeing. Hidup seperti juga Tuhan, sebenarnya juga adalah persoalan sensory. Sebuah naluri, sebuah instink yang tidak berwujud. Sehingga hidup seperti juga Tuhan, absurd….

(more…)

Berhentilah Menyalahkan Orang Lain December 7, 2007

Posted by lenterahati in Gede Prama, pekerjaan.
comments closed

Oleh ribuan anak muda yang baru memasuki gerbang kerja, juga manajer muda yang frustrasi di dunia kerja, kerap saya ditanya: aspek apa dari dunia kerja yang paling sulit dihadapi? Terus terang, bekerja apapun dan dimanapun, serta bermodalkan pendidikan manapun sebenarnya mudah, asal tekun belajar dan bertanya. Yang sering bikin semuanya jadi rumit, adalah interaksi antarmanusia. Jangankan manusia yang baru memasuki gerbang kerja, mereka yang sudah berumur senja di tempat kerja sekalipun sering dibuat pusing oleh interaksi terakhir.

Meminjam pengandaian seorang penulis, ada perbedaan antara menendang bola dan menendang kucing. Sebelum menendang bola, kita bisa ramalkan kemana bola akan bergerak setelah ditendang. Akan tetapi, sebelum menendang kucing, kita tidak tahu apakah kucingnya akan menangis, lari, melompat, mati atau alternatif lainnya. Nah, meramalkan respons orang lain sebelum kita bertindak, jauh lebih rumit dibandingkan dengan meramalkan respons kucing. Sebab, kucing tidak mengenal politik, pura-pura, balas dendam dan serangkaian hal rumit lainnya. Namun, ini juga yang menyebabkan disiplin mengelola manusia menjadi penuh sentuhan seni dan kepekaan. Sebagian kecil memang bisa diungkapkan melaui kata-kata. Cuman, sebagian besar ia bersifat tidak terungkapkan dan hanya bisa dirasakan.

Saya tidak antisekolah atau antipelatihan, namun hal-hal yang bersifat tidak terungkapkan terakhir, lebih banyak bisa dimengerti kalau kita mengalaminya sendiri di lapangan. Diisukan negatif oleh orang lain, tidak cocok, mau didongkel dari kursi, dipermalukan di depan umum, diomongkan negatif di belakang kita, hanyalah serangkaian hal yang mesti di alami sendiri di lapangan. Untuk kemudian, mendapatkan pengertian yang dalam tentang dinamika interaksi antarmanusia di dunia kerja. Saya meragukan, kalau ada orang yang memperoleh pengertian terakhir, tanpa pernah dihempas gelombang-gelombang godaan tadi.

(more…)

Wawancara Gede Prama - Keberhasilan Berawal dari Keyakinan November 2, 2007

Posted by lenterahati in Gede Prama, Uncategorized.
comments closed

Bagi Gede Prama, keberhasilan maupun kegagalan adalah buah dari keyakinan seseorang. “Keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan,” katanya. Sayangnya menurut Gede, keyakinan orang sering terbelenggu oleh pikiran-pikiran rasionalnya serta pengalaman-pengalaman ekstrim di masa lalu. Mereka yang gagal menumbuhkan keyakinan positif –sekalipun dia sangat berpotensi– biasanya justru gagal dalam kehidupan.

“Saya mengenal banyak orang yang secara potensial biasa-biasa saja. Tapi karena didukung oleh yang namanya raksasa keyakinan, dia berhasil. Yang banyak terjadi adalah orang yang potensinya rendah tapi keyakinannya tinggi, dia berhasil. Sebaliknya ada orang yang potensinya tinggi tapi keyakinannya rendah, ya ndak berhasil,” ungkap Gede Prama.

Agak sulit mencari tokoh seperti Gede Prama ini. Ia tidak saja dikenal sebagai seorang kolumnis yang produktif, penulis buku, konsultan manajemen, public speaker, tapi juga dikenal pernah menjadi CEO perusahaan jamu papan atas. Sebagai kolumnis, tulisannya yang mudah dicerna menghiasi berbagai media masa dan media online. Belasan buku laris sudah diselesaikannya, termasuk sejumlah kaset (audio book) yang digemari banyak orang. Sejak tahun 1993 ia menjadi konsultan manajemen dan presiden Dynamics Consulting, dan pernah pula berposisi sebagai CEO perusahaan besar yang tak lama kemudian ditinggalkannya.

Alumnus Universitas Lancaster Inggris ini juga dikenal sebagai salah satu inspirator dan public speaker terbaik di Indonesia. Lebih dari seratus lembaga profit dan non profit seperti perbankan, asuransi, BUMN, perhotelan, manufaktur, telekom, perusahaan-perusahaan DS/MLM, serta berbagai asosiasi pernah mengundangnya sebagai pembicara. Orang gemar dengan gaya penuturannya yang menyegarkan, menyentuh, mudah dimengerti, mendalam, sekaligus mengandung unsur-unsur filosofi yang tinggi.

Tak mengherankan bila banyak orang terinspirasi oleh gagasan-gagasannya. Tak terkecuali seorang cendekiawan Islam kondang seperti Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang mengaku terkesan sekali dengan teori “Tahi Sapi” ala Gede Prama. Teori ini bertutur tentang cara pandang positif yang bisa membangkitkan sebuah kebesaran hati apabila seseorang mendapat penghinaan atau perlakuan buruk dari orang lain.

(more…)